profil



MADRASAH IBTIDAIYAH MIFTAHUL ULUM (MIM)
A.        Nama dan Lambang
Miftahul Ulum yang selanjutnya disingkat menjadi MIM adalah sebuah nama yang terdiri dari dua kata Bahasa Arab yaitu kata miftah yang berarti kunci dan kata ulum yang berarti ilmu. Jadi jika kedua kata itu dijadikan sebuah frase akan mempunyai arti kuncinya semua ilmu. Miftah adalah bentuk isim alat dari kata dasar fataha yaitu membuka maka dengan mengikuti wazan mifalun akan terdapat kata miftahun. Sedangkan kata Ulum adalah bentuk masdar dari kata alima ya,lamu ilman ulumun bentuk jamaknya. Kata Miftahul Ulum adalah adalah frase yang dalam istilah arab disebut idhafah. Maka hasil makna dari kata kunci dan ilmu itu akan berarti kuncinya segala ilmu.
Lambang Almiftah adalah gambar sebuah kunci yang terletak  dalam bingkai pertama dengan bentuk menyerupai mihrab dengan warna dasar kuning. Sedangkan warna tulisan arab dengan bacaan al miftah secara bertautan bercorak kunci itu adalah hitam.  Kemudian gambar mihrab yang memuat gambar kunci dari tulisan arab itu berada dalam bingkai lagi dengan bentuk segi lima dengan warna dasar biru. Jika warna dan bentuk yang tersimpul dalam satu kesatuan itu dirinci maka akan menjadi sebuah makana yang utuh dan mengesankan.
Warna kuning adalah melambangkan sebuah kemakmuran dan kemuliaah. Karena setiap manusia pada dasarnya pasti membutuhkan kemuliaan dan kemakmuran, maka MIM juga ingin berkiprah dalam pembangunan bangsa ini untuk meraih sebuah kemuliaan dan kemakmuran.
Warna biru melambangkan sebuah kesuburan dan kesejukan. Kesuburan di sini diharapkan bersumber dari pemahaman agama islam yang mantab besrta keimanan yang tinggi sehingga dengan ridaNya bumi menerima rahmat dan karunia dariNya sehingga menjadi subur.
Warna hitam melambangkan sebuah kemantapan. Maka harapan yang tersimpan dalam warna ini semua warga Madrasah diharapkan mendapatkan kemantapan hidup dalam segala hal yang diridai oleh sang khalik.
Bentuk kunci melambangkan bahwa sesuatu yang begitu kecil tapi sangat berati. Karena kunci merupakan pelambang sebuah kemudahan, maka diharapkan nantinya semua generassi muda yang percaya kepada miftahul ulum sebagai tempat menempa diri untuk menapaki kehidupannya di dunia dan akhirat,  ia bisa mendapatkannya dengan sangat mudah.
Bentuk mihrab melambangkan ketaatan karena disitulah kaum musllimin bersujud dan bermunajad kepada sang khalik. Sedangkan bentuk segi lima melambangkan rukun islam dan pancasila.
Lambang almiftah yang telah dijelaskan di atas dibuat oleh seorang penyair, dai dan budayawan internasional yaitu D. Zawawi Imron pada tahun 1992.
B.        Waktu Berdiri
MIM berdiri pada tahun 1962 dirintis oleh seorang kiai yang berpenampilan sangat bersahaja KH. Abd. Madjid Iljas. Pada mulanya beliau mendirikan madrasah karena merasa sangat tertuntut oleh keterbatasan pemahaman keagamaan warganya. Beliau merasa terpanggil jiwanya untuk membangkitkan asyarakat dari keterpurukan. Maka beliau membuka madrasah kecil-kecilan dengan pengurus sentralnya beliau sendiri. Beliau yang menjadi guru, tu, kepala madrasah sekaligus pengasuhnya. Beliau jalani hal ini dengan kesabaran selamabertahun-tahun yang kemudian mendapat bantuan dari kawan-kawannya sehingga tidak sendiri lagi. Waktu itu madrasah ini masih bertempat di masjid babul jannah dengan dibagi beberapa kelas tanlpa dinding pemisah. Beberapa tahun kemudian kira-kira sekitar tahun 1978 atas ketabahan dan kesabaran beliau masyarakat tambah  percaya dengan ditandai infak berupa sebidang tanah di sebelah barat daya dalem disertai dengan pengumpulan dana untuk pembangunan sebuah madrasah. Setelah gedung madrasah ini terbangun secara swadaya dari masyarakat setempat, maka inilah awal dari kemajuan madrasah ini. Selanjutnya madrasah ini menjadi madraah ibtidaiyah dengan ijin orasional tercatat tahun 1978 terdaftar pada tahun  1995 meningkat menjadi madrasah yang bestatus diakui pada tahu 2000 .disamakan pada tahun  2005 selanjutnya terakriditasi c dan hingga sekarang sudah terakriditasi b  mulai tahun 2008 hingga saat ini.
C.        Tempat
MIM menempati sebidang tanah hibah dari seorang dermawan bernama KH.Abd Hamid almarhum di dusun togu RT 1 Desa Batang Batang Daya Kecamatan Batang Batang Kabupaten Sumenep. Terletak di pinggir jalan propensi tepat di kota kecamatan. Letaknya sangat setrategis, mudah dijangkau oleh alat transfortasi dan dekat dengan pasar kecamatan.
D.        Waktu Kegiatan
Sejak awal berdiri MIM memang melaksanakan  kegiatan belajar mengajar pada waktu pagi sampai sekarang. Yakni pada jam 7,15 menit WIB pagi sampai jam 12.00. Seiring dengan perkembangan waktu maka sejak tahun 2005 awal kegiatan malah semakin pagi, yaitu jam 07,00 pagi dengan diwawali pembacaan solawat nabi dengan harapan pembangunan kebiasaan pada mereka agar belajar mencintai nabinya.
E.         Obyek Kegiatan
MIM ( Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum ) adalah sebuah madrasah yang berusaha menjadi pelayan pendidikan masyarakat dengan berpihak kepada masyarakat lemah dengan tidak mengabaikan mutu dengan obyek utaanya adalah para generasi masyarakta Batang Batang dan sekitarnya pada usia sekolah dasar.
F.         Tenaga Edukasi
Pada awal pendirian maddrasah hanya bermodalkan tenaga seadanya dengan mengutamakan pengabdian murni dengan HR seadanya. Sebab  sumber keuangan hanya satu yaitu didapat dari uang SPP para siswa. Sehingga madrasah tidak bisa berbuat lebih, maka tenaganya hanya mengandalkan mereka para lulusan pesantren dan sekolah menengah atas yang siap membantu walupun dengan bayaran seadanya. Akan tetapi seiring dengan berjalannyaa waktu madrasah dapat mensupport mereka untuk meingkatkan pendidikannya. Juga ditambah dengan para pendatang baru yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya maka para ustad dan ustadzah yang mengasuh para murid di madrasah ini sudah 90 % S1 dan D2 sisanya lulusan Sekolah Menengah Atas atau Madrash Aliyah. Dengan didukung oleh sjulah lulusan yang kompeten dibidangnya maka insyaallah madarasah ini akan menjadi madrasah yang bonafit di Batang Batang bahkan Sumenep. Sedangkan honorarium bagi para tenaga pendidik dan non pendidik sudah mencapai upah menimum dengan hitungan 5.000,00 perjam mengajar  kali empat. Sampai saat ini sudah terdapat 3 orang guru profesional dengan sertifikat guru kelas dan dua guru bidang studi dengan sertifikat guru Bahasa Enggris dan guru Seni Budaya dan Keterampilan. Satu guru teladan kedua tingkat kecamatan versi kementrian pendidikan.
G.       Visi dan Misi
      I. Visi
       Terwujudnya lulusan Madrasah yang unggul dalam berprestasi, berilmudan berakhlakul kaarimah serta berwawasan lingkungan.
      II. Misi
  •        Melaksanakan pembelajaran dan pembiasaan dalam menjalankan ajaran agama Islam secara utuh.
  •         Melaksanakan Pembelajaran dan Pembimbingan secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) dalam pencapaian  prestasi, akademik, dan non akademik dengan pendekatan CTL (CONTEXTUAL TEACHING LEARNING)
    H.        Tujuan
    I.          Kurikulum Madrasah
    Kurikulum yang digunakan adalah kerikulum 20006 yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dianalisa dan dikembangkan setiap tahun. Kurikulum ini berisi antara lain, yaitu: Pendidikan ahlak mulia, Ibadah, kebayaan islam. Iptek, keterampilan dan muatal lokal berupa Bahasa Inggris dan nahwu shorrof. Hal ini dilakukan hanya semata-mata untuk mencapi visi madrasah di atas.
    J.          Fasilitas
    Sampai saat ini MIM telah jauh masuk dalam kiprahnya pada dunia pendidikan. Sudah banyak kemajuan yang diraih. berrmula dengan sebuah kesederhanaan mencapai sebuah kesempurnaan. Walaupun kesempurnaan tersebut masih dalam tanda kutip. Sebab tentunya masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Akan tetapi ini semua membuktikan sikap optimestis para pengelolah pendidikan. Dari gedung emperan masjid menjadi gedung berlantai tiga. Dari media pembelajaran berupa kapur dan papan triplek menjadi LCD Proyektor dengan media power point. Dari siswa dengan pakaian seadanya pada seragam berdasi. Adalah sebuah fasilitas dan kemajuan yang patut disyukuri. Berarti MIM juga ikut mengabdi kepada masyarakat dan bangsa dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.
    Dengan semangat perjuangan yang tak kenal lelah madrasah selalu berusaha untuk menghidangkan pendidikan yang nyaman terjangkau dan menyenangkan kepada masyarakat sekitar hususnya Batang Batang. Hadirnya school net dengan wiv dengan akses internet secara geratis menambah kemudahah dengan setoran data secara on line langsug ke tingkat pusat. Juga para siswanya dengan mudah dan murah dapat mengabdetinformasi aktual lewat internet. Juga tidak kalah pentingnya dari kesmua di atas adalah berdirinya mifta FM dengan rekwensi 107 selalu di udara masyarakat dapat mengenal langsung madrasah ini.
    K.        Pengelolaan
    MIM dikelola oleh tenaga berpengalaman dengan pengalaman mengajar puluhan tahun di dunia pendidikan. Di kelola dengan berdasarkan kepada delapan standar nasional pendidikan. Madrasah membentuk balitbang (Badang Peneliti dan Pengembang) madrasah dengan mengikuti kedelapan standar. Setiap tahun forum ini selalu mengevaluasi madrasah dengan instrumen Evaluasi Madrasah. Setelah itu baru disusun sebuah Rencana Kerja Madrasah yang mengacu kepada Rencana jangka panjang yang dibuat setiap lima tahun. Pada saat penyusunan RKM ini kepala madrasah, guru, komite dan para stake holer bermusyawarah tentang konsep pendidikan satu tahu kedepan.
    L.         Prestasi
    MIM termasuk salah satu madrasah yang diperhitungkan di kawasan timur daya Sumenep. Sebab baik di tingkat kecamatan ataupun tingkat kabupaten para siswanya selalu menyandang juara dalam setip perlombaan. Banyak  piala dan penghargaan yang diterima sebagai bukti kesungguhannya dalam mengelola pendidikan. Juara satu cerdas cermat tingkat kabupaten pada tahun 2005 dan juara dua pada tahun berikutnya. Juara satu dan tiga lomba bercerita tingkat kabupaten pada tahun 2006. Juara dua bulu tangkis tingkat kabupaten pada tahun 2012 dan juara dua olimpiade Matematika pada tahun yang sama. Termasuk enam besar pada lomba atmistrasi madrasah tahun 2012.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar